Kami dan Kita

Bahasa Indonesia itu bahasa yang indah loh sekaligus paling liberal. Liberal karena dia membuka ruang pada bahasa apapun untuk diserap. Oh iya, gw bukan ahli bahasa sih, cuma teringat pada dua kata dalam bahasa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bahasa Inggris, apa itu? ya mereka adalah Kita dan Kami, dibahasa Inggris kedua kata itu ya menyatu pada we.

Anak baru gede (ABG) labil kan biasanya pas lagi ngobrol, trus lawan bicaranya ngomong kita, sontak dia menjawab “Kita?”, karena dianggapnya ada keterkaitan antara dirinya dengan si penanya. #hadeehgeernya.

Nah, penempatan kata Kita dan Kami itu kan beda dan tidak jarang pula banyak orang yang salah. Humm, contohnya saat konferensi pers sepasang artis saat mengumumkan rencana pernikahan mereka.

“Kita akan menikah minggu depan di Bogor,” tutur A dan B.

he? Kalo dia ngeh mah, artinya sepasang artis itu ngajak nikah wartawan, kameramen dan siapapun yang hadir di konferensi pers itu. hoho, tapi banyak yang nggak ngeh loh.

Nah, sepasang artis itu kudunya kan pake kata Kami di sana.

“Kami akan menikah minggu depan di Bogor,” tutur A dan B.

Hadirnya Kita dan Kami sebenarnya hanya sebuah keunikan diantara bahasa kita. Gw cuma nyadar dikit aja.

Nah, jika Kita adalah konsistensi atas penolakan-penolakan maka Kami adalah ruang baru untuk mencari kesadaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s